
Pemerintah Inggris telah mengambil langkah proaktif dengan menerbitkan panduan nasional pertama mereka mengenai waktu penggunaan layar (screen time) bagi anak-anak. Panduan ini, yang dirilis pada Jumat, 27 Maret, memberikan rekomendasi konkret kepada para orang tua, terutama yang memiliki anak di bawah usia lima tahun. Inti dari panduan ini adalah saran agar anak-anak di kelompok usia tersebut tidak menghabiskan waktu lebih dari satu jam sehari di depan layar gawai.
Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global mengenai keamanan anak-anak di era digital. Perdebatan tentang potensi risiko penggunaan ponsel dan media sosial sejak usia dini semakin meluas, mendorong pemerintah untuk bertindak. Pemerintah Inggris tidak hanya membatasi durasi, tetapi juga menyarankan agar anak-anak di bawah usia dua tahun tidak terpapar layar sama sekali. Selain itu, orang tua diimbau untuk berhati-hati terhadap konten yang disajikan, seperti video bergaya media sosial yang bergerak cepat, serta mainan atau perangkat yang menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Komitmen Pemerintah Inggris dalam Membatasi Penggunaan Gadget
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara pribadi menyoroti pentingnya panduan ini saat kunjungannya ke sebuah sekolah di London selatan. Ia menekankan komitmen pemerintahnya untuk mendukung para orang tua dalam menavigasi dunia yang serba digital, di mana layar “ada di mana-mana dan saran yang diberikan seringkali saling bertentangan.”
“Pemerintah tidak akan membiarkan orang tua menghadapi pertempuran ini sendirian,” ujar Starmer, menegaskan janji pemerintah untuk memberikan dukungan nyata.

Rekomendasi Tambahan untuk Penggunaan Layar yang Sehat
Selain batasan durasi, panduan ini juga mencakup saran-saran penting lainnya untuk membangun kebiasaan penggunaan layar yang sehat:
- Menghindari Penggunaan Layar Saat Makan: Orang tua disarankan untuk tidak mengizinkan anak menggunakan layar selama waktu makan. Hal ini penting untuk mendorong interaksi keluarga dan fokus pada makanan.
- Pembatasan Sebelum Tidur: Penggunaan layar sebaiknya dihindari setidaknya satu jam sebelum waktu tidur. Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar dapat mengganggu pola tidur anak.
- Interaksi dan Diskusi: Anak-anak disarankan untuk tidak menonton konten layar sendirian. Kehadiran orang tua sangat penting untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan kesempatan bertanya, sehingga pengalaman menonton menjadi lebih bermakna dan mendidik.
Panduan ini disusun berdasarkan hasil konsultasi mendalam dengan lebih dari seribu orang tua yang berbagi pandangan dan pengalaman mereka dalam membentuk kebiasaan penggunaan layar yang positif pada anak.
Kekhawatiran yang Mendasari Perubahan Kebijakan
Peningkatan kekhawatiran terkait penggunaan layar pada anak-anak juga diperkuat oleh laporan dari organisasi amal anak usia dini, Kindred Squared. Laporan tersebut mengungkap temuan yang mengejutkan: 28 persen anak yang memulai sekolah pada usia lima tahun belum mampu menggunakan buku dengan benar. Fenomena yang lebih mengkhawatirkan adalah sebagian dari mereka mencoba “menggeser” halaman buku seolah-olah mereka sedang menggunakan tablet atau ponsel, menunjukkan adanya pengaruh kebiasaan digital yang sudah tertanam sejak dini.
Komisaris Anak Inggris, Rachel de Souza, yang juga menjabat sebagai ketua bersama kelompok penasihat pemerintah, menyatakan harapannya agar panduan ini dapat membantu orang tua memahami urgensi pembatasan waktu penggunaan layar. Ia menekankan bahwa pedoman ini dirancang untuk memberikan informasi yang jelas, lugas, dan tanpa menghakimi mengenai alasan di balik pentingnya membatasi eksposur anak terhadap layar.
Perdebatan Global dan Kebijakan Serupa di Negara Lain
Isu penggunaan media sosial oleh anak-anak juga menjadi sorotan utama dalam perdebatan global ini. Sebagai contoh, Australia telah mengambil langkah tegas dengan menerapkan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sejak Desember 2025. Kebijakan ini telah memicu dorongan agar Inggris juga mengadopsi langkah serupa. Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Inggris, yang anggotanya tidak dipilih melalui pemilihan umum, telah memberikan suara mendukung pelarangan media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun.
Meskipun demikian, pemerintah Inggris masih menanti hasil konsultasi publik yang akan berakhir pada 26 Mei mendatang sebelum membuat keputusan akhir terkait kebijakan yang lebih spesifik mengenai media sosial bagi anak di bawah umur. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan kerangka kerja yang lebih kuat untuk melindungi generasi muda di era digital yang terus berkembang.














Discussion about this post