Hoshinews.com – Sejumlah jurnalis Kota Batam, khususnya dari Persatuan Wartawan Online (PWO), mengaku kecewa berat setelah gagal mendapatkan informasi dari rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam. Pada Kamis, 12 Juni 2025.
Namun, dewan yang hendak di tuju, malah tiba – tiba sudah tidak berada di kantor dewan lagi ketika PWO menghubungi. “Mau terbang ini.” Kata Jkm, pada pukul 17.27 Wib.
Jkm justru meminta PWO untuk menghubungi dewan lain yang masih rapat. “Hubungi Pak F masih di kantor lagi bahas. “Lanjut nya lagi pada pukul 17.29 Wib.
“Kami tidak hanya ingin tahu hasil rapat. Ada juga beberapa isu penting dari masyarakat yang ingin kami sampaikan langsung ke anggota dewan, khususnya yang berinisial Jkm SH. MH,” kata salah satu jurnalis yang ikut meliput.
Jurnalis itu menuturkan, mereka ingin mengonfirmasi isu-isu seperti reklamasi hutan bakau, dugaan permainan pokir, serta proyek-proyek yang disebut-sebut melibatkan oknum anggota DPRD.
“Kami tak mungkin mencegat dewan di luar forum resmi. Tidak etis bertanya di warung kopi atau tempat umum. Kami menghormati jabatan mereka, dan kami pun bekerja dengan kode etik,” tegasnya.
PWO, lanjutnya, telah memiliki aturan tegas soal etika jurnalis. Setiap anggota wajib menjaga sopan santun dan mengikuti arahan ketua organisasi dalam penyusunan dan penayangan berita.
“Setiap wartawan punya sudut pandang masing-masing, tapi tetap ada tanggung jawab etik dan profesionalisme. Itu yang kami jaga,” tambahnya.
Kekecewaan ini menjadi catatan penting bagi DPRD Batam. Keterbukaan terhadap pers sangat dibutuhkan demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik, walaupun rapat Banggar itu dikatakan tertutup.
“Jurnalis PWO juga tidak akan nerobos masuk ke dalam ruang rapat kalau sudah di katakan rapat Banggar itu tertutup. Karena kami juga tahu sopan santun dan aturan”, kata PWO. Tutupnya. (Redaksi)





















Discussion about this post