Hoshinews.com –
Memasuki usia ke-25, Biznet tak hanya merayakan eksistensinya sebagai penyedia internet, tetapi juga menegaskan perannya sebagai penggerak utama dalam memperkecil kesenjangan digital di Indonesia.
Sejak berdiri pada tahun 2000, Biznet terus berinovasi. Mereka membangun data center pertama di Jakarta, memperluas jaringan ke Bali dan Sumatra, dan menembus laut Jawa dengan kabel fiber optik bawah laut.
Langkah-langkah tersebut memperkuat posisi Biznet sebagai tulang punggung konektivitas nasional.
“Selama 25 tahun, kami bukan hanya membangun jaringan, tetapi ikut membentuk masa depan digital Indonesia,” tegas Adi Kusma, President Director Biznet, Senin (13/10/2025).
Pada Maret 2025, Biznet mengaktifkan jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Jakarta–Cirebon–Semarang–Surabaya.
Proyek ini meningkatkan kapasitas bandwidth di Pulau Jawa dan menjadi fondasi untuk sistem jaringan Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2), yang akan menjangkau Kalimantan dan Sulawesi.
Biznet menjalankan proyek ini bukan semata demi ekspansi, melainkan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan infrastruktur digital yang andal.
Menurut data APJII 2025, penetrasi internet nasional sudah mencapai 80,66% atau sekitar 229 juta pengguna, menandakan bahwa internet kini menjadi kebutuhan pokok.
“Internet bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan utama untuk produktivitas nasional,” lanjut Adi.
Tak hanya membangun infrastruktur, Biznet juga memperluas akses internet gratis di sekitar area pendaratan kabel bawah laut melalui program Biznet Marine POP. Saat ini, lebih dari 3.000 keluarga di delapan kabupaten menikmati layanan internet tanpa biaya.
Biznet juga memperkuat digitalisasi sektor pendidikan dan kesehatan lewat layanan EducationNET dan HealthNET, yang menyediakan koneksi stabil bagi sekolah dan fasilitas kesehatan.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Biznet memberikan bonus bandwidth hingga 150 Mbps untuk pengguna Biznet Home selama Oktober 2025. Selain itu, Biznet menggelar Biznet Prize Vaganza, undian berhadiah untuk pelanggan baru dan lama hingga akhir tahun.
Dari empat cabang pada awal 2000-an, Biznet kini hadir di lebih dari 300 lokasi di 23 provinsi, termasuk di Batam, Medan, Makassar, Kupang, dan Labuan Bajo.
“Kami membangun konektivitas yang menyatukan Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” kata I Gede Novrada Budiartha, AVP Territory West Biznet.
Kini, di usia seperempat abad, Biznet bukan hanya simbol kecepatan internet, tetapi juga lambang ketekunan dalam membangun negeri lewat kabel, data, dan kepercayaan.
“Dukungan pelanggan, mitra, dan masyarakat menjadi bahan bakar utama kami untuk terus menyalakan masa depan digital Indonesia,” tutup Adi Kusma. (Ramadan)



















