Hoshinews.com – Johor menyambut 620 pegolf dan delegasi dari 48 negara dalam acara Welcome Dinner dan upacara pengibaran bendera final dunia WAGC 2026. Acara berlangsung meriah pada 24 Oktober di Desaru Coast Conference Centre, Desaru Coast, Johor.
Sebelum makan malam, seluruh peserta dari berbagai negara berfoto bersama. Momen ini menjadi simbol persahabatan internasional. Kemeriahan semakin terasa ketika pertunjukan Barongsai tampil memukau dan menyambut hangat para tamu mancanegara.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara tersebut. Di antaranya YB Tuan Pannir Selvam, Ketua Komite Persatuan, Warisan dan Kebudayaan Negeri Johor; Encik Mohammad Nazrul Abd Rahim, Direktur Tourism Johor; Puan Maizatul Liza Mukhtar, Direktur Tourism Malaysia Wilayah Selatan; Dato’ Nils Nordh, Chairman dan CEO WAGC; Isac Saminathan, Presiden WAGC; dan Tan Sri Asmat Kamaludin, Chairman PERODUA.
Edisi ke-31 World Amateur Golfers Championship (WAGC) ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga persahabatan dan pertukaran budaya selama sepekan. Ajang ini menempatkan Johor dalam sorotan dunia sebagai destinasi wisata golf.
*Olahraga Satukan Perbedaan*
YB Tuan Pannir Selvam menyambut para peserta mewakili Pemerintah Negeri Johor. Ia menegaskan peran penting olahraga dalam menyatukan bangsa.
“Olahraga menyatukan kita. Kita mungkin datang dari negara berbeda, bahasa berbeda, dan budaya berbeda, tapi di lapangan golf kita berbagi semangat yang sama: rasa hormat, persahabatan, dan keunggulan,” ujar YB Pannir.
Puncak acara terjadi saat Upacara Pengibaran Bendera. Satu per satu kapten tim dari 48 negara memasuki ballroom sambil mengibarkan bendera nasional masing-masing. Sorak sorai tim menggema di ruangan. Para kapten kemudian menancapkan bendera di atas panggung dan berfoto bersama. Momen ini menjadi simbol kuat kebanggaan nasional, persatuan, dan kebersamaan.
Kemeriahan ditutup dengan penampilan juara bertahan. Tim Tiongkok, juara Final Dunia WAGC 2025 di Pulau Jeju, Korea Selatan, masuk membawa Piala Tantangan WAGC yang bergengsi, diiringi Barongsai. Penampilan mereka menciptakan penutup yang tak terlupakan.
YB Pannir menambahkan, “Perbedaan kita tidak harus memisahkan kita. Perbedaan justru bisa menyatukan kita.”
Menurutnya, sebuah acara internasional yang sukses tidak hanya mendatangkan wisatawan. Acara harus membuka peluang bagi warga Johor, mulai dari hotel, restoran, operator transportasi, hingga pelaku usaha wisata lokal.
*Tampilkan Kelas Dunia Johor*
Kejuaraan ini berpusat di The Els Club Desaru Coast. Dua lapangan lain, Forest City Golf Resort dan Tanjong Puteri Golf Resort, juga menjadi tuan rumah pertandingan. Ketiga venue ini menampilkan beragam pengalaman bermain golf kelas dunia yang Johor miliki.
Kolonel Mohd Jamal Salleh, Presiden Johor Golf Tourism Association (JGTA), menyebut kejuaraan ini sebagai peluang emas untuk mempromosikan Johor.
“Acara sebesar ini mempertemukan pegolf dari seluruh dunia. Ini kesempatan berharga untuk menunjukkan bahwa Johor adalah destinasi golf, keramahan, dan pengalaman wisata kelas dunia,” tegas Kolonel Jamal.
Ia menjelaskan, JGTA berkolaborasi dengan Delta World untuk membawa final bergengsi ini ke Desaru Coast. Dengan pengalaman Delta World dalam menggelar event golf internasional dan peran JGTA dalam mempromosikan pariwisata golf, kolaborasi ini membuktikan bagaimana kemitraan industri yang kuat mampu menarik wisatawan internasional dan memperkuat posisi Johor sebagai destinasi golf terkemuka.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Tourism Malaysia dan Tourism Johor atas dukungan berkelanjutan untuk inisiatif dan turnamen JGTA, khususnya Final Dunia WAGC 2026.
*Dorong Visit Johor Year 2026*
Berlangsung bersamaan dengan Visit Johor Year 2026, WAGC Final Dunia 2026 menjadi platform strategis untuk menampilkan Johor ke dunia. Tidak hanya lapangan golf, Johor juga menawarkan kuliner yang beragam, warisan budaya yang khas, atraksi wisata, dan keramahan yang terkenal.
Kejuaraan ini mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, meningkatkan belanja wisatawan, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi bisnis dan komunitas lokal.
YB Pannir mengundang para peserta internasional untuk menyelami identitas unik Johor, termasuk seni tradisional seperti Zapin dan Ghazal. Ia juga memperkenalkan semangat Bangsa Johor, identitas bersama yang dibangun atas rasa hormat, kebersamaan, dan persatuan di tengah keberagaman budaya yang kaya.
Melalui WAGC, Johor tidak hanya menyambut dunia, tetapi juga berbagi tradisi, nilai, dan kehangatan masyarakatnya.
Johor berharap, dengan hadirnya pegolf dari hampir 50 negara, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam di luar kompetisi. Peserta diajak menjelajahi Johor, berinteraksi dengan masyarakatnya, dan membawa pulang kenangan serta persahabatan abadi, serta alasan kuat untuk kembali berlibur dan bermain golf di Johor. (Ramadan)




















