Hoshinews.com – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) tancap gas memperkuat layanan pemanduan dan penundaan kapal. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini mengembangkan bisnis maritim di perairan Nipah, Batam.
PJM menegaskan, Nipah memegang posisi strategis di jalur pelayaran internasional. Batam butuh layanan marine yang cepat, aman, dan kompetitif.
PJM memaparkan strategi itu dalam Corporate Communication & Media Engagement Program bersama insan pers di Wey Wey Seafood Harbourbay, Batam, Senin (2/11/2026) malam.
Direktur Utama PJM Arif Hermawan hadir langsung. Ia memimpin jajaran manajemen, termasuk SVP Sekretaris Perusahaan Ami Purwa Aditya, Senior Manager Wilayah 1 Sindu Luciantoro Pranowo, dan VP Corporate Communication Feny.
Arif menegaskan, merger Pelindo pada 21 Oktober 2021 mengubah wajah bisnis kepelabuhanan. Pelindo I hingga IV melebur menjadi satu. PJM mendapat mandat jelas: kuasai sektor marine di seluruh Indonesia.
“PJM fokus di marine. Kami melayani pemanduan dan penundaan kapal di hampir seluruh wilayah Indonesia,” tegas Arif.
Arif mengakui, persaingan di Batam sangat ketat. Delapan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) berebut pasar jasa pandu dan tunda.
PJM menjawab tantangan itu dengan terobosan. Sejak 9 Oktober 2026, PJM resmi menjalankan layanan ship-to-ship (STS) transfer di perairan Nipah. Kapal-kapal besar sudah bersandar.
Senior Manager Wilayah 1 Sindu Luciantoro Pranowo membeberkan kekuatan operasional. Wilayah 1 membawahi Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepri. Di Kepri, PJM meng-cover Karimun, Nipah, Batam hingga Kijang Tanjungpinang.
Sindu mengerahkan empat kapal pandu dan tiga kapal tunda untuk menjaga Nipah. PJM juga mengandalkan sistem digital Inaportnet dan VINCI (Vessel Information System) untuk mempercepat layanan.
“Secara nasional PJM mengoperasikan 118 kapal pandu, 110 kapal tunda, dan 1.100 awak kapal. Kami menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan logistik,” tegas Sindu.
Diskusi memanas saat Ketua PWI Kota Batam Muhammad Khafi Anshary menyoroti kepastian hukum di perairan Batam. Ia menegaskan, aktivitas maritim di dekat Out Port Limit (OPL) butuh regulasi yang jelas.
PJM menyambut kritik itu. Perusahaan membuka ruang transparansi dan kolaborasi dengan media.
PJM berkomitmen menjadikan Nipah sebagai motor pertumbuhan ekonomi Batam dan memperkuat posisi Kepri di jalur pelayaran dunia. (Ramadan)


















