Rumah Sakit Ramela Jayapura Berupaya Tingkatkan Kualitas Pelayanan Ibu dan Anak
RS Ramela Jayapura, yang telah meraih Akreditasi Paripurna, terus berkomitmen untuk menjadi rumah sakit rujukan utama dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan berbagai inisiatif perbaikan, rumah sakit ini berusaha memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, terutama di wilayah Muara Tami hingga Kota Jayapura.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RS Ramela, Fredriks Y. Hisage, menegaskan bahwa komitmennya adalah menjadikan rumah sakit tersebut sebagai pusat rujukan khusus dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Selama delapan bulan menjabat, ia mengatakan bahwa pelayanan di RS Ramela sudah sesuai dengan standar rumah sakit Tipe D. Bahkan, keberhasilan meraih akreditasi paripurna menunjukkan peningkatan mutu pelayanan baik dari sisi SDM maupun sarana prasarana.
“Kami terus berupaya melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana agar pelayanan ke depan bisa maksimal dan sesuai dengan standar rumah sakit,” ujarnya di Jayapura pada Rabu (5/11/2025).
Saat ini, RS Ramela sedang mengembangkan bangunan baru khusus untuk layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk ruang perawatan bayi. Namun, pihak rumah sakit masih memerlukan sejumlah alat kesehatan vital seperti ventilator, monitor pasien, serta peralatan pendukung operasi.
Fredriks menyampaikan bahwa rumah sakit baru saja menerima bantuan alat sterilisasi dari TP3KB untuk mendukung prosedur operasi, terutama bagi ibu yang menjalani sterilisasi. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus mengalir, terutama dalam hal penambahan anggaran untuk melengkapi fasilitas yang masih kurang.
“Tahun 2025 kami mendapat anggaran sekitar Rp26 miliar, namun dengan efisiensi turun menjadi Rp16 miliar. Padahal, jumlah pasien terus meningkat setiap tahun, bahkan mencapai lebih dari seribu kunjungan per bulan,” jelasnya.
Selain peningkatan fasilitas, RS Ramela juga fokus pada pengembangan kompetensi tenaga medis dan perawat. Program pelatihan rutin digelar untuk memastikan kualitas pelayanan di ruang intensif maupun rawat inap terus meningkat.
“Kami siapkan pelatihan bagi perawat agar kompetensinya meningkat, khususnya dalam pelayanan keperawatan di ruang intensif,” tambahnya.
Meski menghadapi keterbatasan, RS Ramela tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Bahkan, rumah sakit ini tetap melayani pasien tanpa jaminan kesehatan melalui kebijakan jaminan langsung dari pihak rumah sakit.
“Kalau pasien datang tanpa jaminan, kami tetap layani. Saya bertanggung jawab sebagai direktur agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tegas Fredriks.
Dengan berbagai langkah perbaikan yang tengah dilakukan, Fredriks berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk bantuan alat kesehatan maupun tambahan anggaran, agar RS Ramela benar-benar menjadi rumah sakit andalan masyarakat Papua, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak.

















Discussion about this post