Hoshinews.com — Anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Batam mengikuti kegiatan Misa Katolik yang diselenggarakan oleh Kelompok Bina Iman (KBG) Santo Arnoldus Jansen dengan tema “Turning Back”. Misa ini berlangsung pada hari Selasa di Gereja Oikumene LPKA Batam, dan berjalan penuh khidmat serta refleksi, Selasa (23/9/2025).
Acara dimulai dengan sesi pujian yang dipimpin oleh Ibu Lia, menciptakan suasana pengharapan dan doa bersama. Firman Tuhan dibawakan oleh seorang Romo, yang selanjutnya disertai dengan sesi perkenalan dan sharing yang dipandu oleh Ibu Vivi, mempererat rasa kebersamaan di antara para peserta.
Dalam khotbahnya, romo menegaskan beberapa pesan rohani berdasarkan ayat-ayat Kitab Suci.
Ia mengangkat Lukas 9:62, yaitu “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Ayat ini dipakai sebagai panggilan bagi setiap orang untuk tidak terbelenggu oleh masa lalu, tetapi fokus menuju panggilan dan kehendak Tuhan. Romo menekankan bahwa menoleh ke belakang—berharap pada keselamatan diri dari kebiasaan lama, kekhawatiran atas hal-hal duniawi, atau keinginan untuk kembali ke kehidupan yang sudah ditinggalkan—bisa menghalangi seseorang dalam mengikuti Kristus secara sungguh-sungguh.
Selanjutnya, dalam garis kisah Bagian Perjanjian Lama, romo menyebut kisah istri Lot yang menjadi tiang garam. Istrinya menoleh ke belakang ketika Tuhan memerintahkan Lot dan keluarganya melarikan diri dari Sodom dan Gomora, dan karena menoleh itu, ia kehilangan keselamatannya. Pesan ini menjadi ilustrasi nyata dari Lukas 9:62: bahwa menoleh kembali bisa membawa konsekuensi serius ketika seseorang tidak sepenuhnya menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan.
Sebagai rangkuman, tema “Turning Back” diartikan bukan sekadar kembali ke kondisi lama, tetapi lebih sebagai usaha rohani untuk terus maju dalam iman: percaya, taat, dan berani meninggalkan segala sesuatu yang menghambat persekutuan dengan Allah.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan harapan bahwa anak-anak binaan LPKA dapat mengambil makna dari pesan hari ini dalam kehidupan mereka sehari-hari: bahwa iman yang hidup memerlukan keberanian untuk memutus keterikatan masa lalu dan melangkah ke depan bersama Tuhan. (Zul)



















