Inovasi Kulit yang Menggabungkan Alga Merah dan Minyak Buah Merah
Sebuah tim mahasiswa dari Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil mengembangkan inovasi dalam bidang perawatan kulit dengan menggunakan teknologi nano. Proyek ini melibatkan alga merah dan minyak buah merah sebagai bahan utama untuk menciptakan produk anti-aging yang alami dan efektif.
Tim riset terdiri dari mahasiswa dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Mereka adalah Riefka Berliana Khoir, Reyza Destiar Rosidi, Cantik Batrisyia Ali, Andi Salwa Karima, dan Ais Verani Wulandari. Pendanaan riset ini diperoleh dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi melalui program kreativitas mahasiswa bidang kesehatan dan gizi masyarakat.
Riefka, yang menjadi ketua tim, menjelaskan bahwa alasan pemilihan topik ini karena banyak produk anti-aging yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi kulit. “Kami ingin memberikan alternatif yang alami, efektif, dan aman bagi kulit,” ujarnya.
Dibimbing oleh dosen Iyan Sopyan, tim ini merancang produk yang berbasis nanostructured lipid carrier (NLC) dalam bentuk plester atau patch transdermal. Bahan utamanya adalah ekstrak alga merah (Haematococcus lacustris) dan minyak buah merah (Pandanus conoideus), yang berfungsi sebagai agen anti-aging alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua bahan tersebut mampu meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit sekaligus mengurangi pigmentasi akibat paparan sinar ultraviolet jenis A (UV-A).

Buah Merah Papua. papua.antaranews.com
Alga merah diketahui mengandung astaxanthin sebagai antioksidan alami dengan kekuatan hingga 100 kali lipat dibandingkan vitamin E. Sementara minyak buah merah asal Papua kaya akan karotenoid dan tokoferol yang berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Kedua bahan tersebut diformulasikan menggunakan teknologi NLC yang memungkinkan zat aktif lebih mudah diserap dan bekerja optimal di lapisan kulit.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa NLC yang dikembangkan memiliki ukuran partikel sekitar 550 nanometer dengan stabilitas tinggi (zeta potential -33,4 mV) serta aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 24 ppm. “Formulasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan produk perawatan kulit alami berbasis nanoteknologi yang tidak hanya efektif, tetapi juga mengangkat potensi bahan alam Indonesia,” kata anggota tim, Ais Verani.
Proyek ini dilakukan di Laboratorium Farmasetika dan Teknologi Farmasi serta Laboratorium Sentral Unpad sejak 7 Juli hingga 22 Oktober 2025. Tim berharap inovasi yang dikembangkan dapat berlanjut hingga tahap komersialisasi. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan bisa memberikan solusi baru dalam dunia perawatan kulit yang lebih alami dan ramah lingkungan.

















Discussion about this post