Kenaikan Biaya Hidup yang Membuat New York Mengalami Krisis Perumahan
Di kota yang dikenal sebagai salah satu tempat paling mahal di Amerika Serikat, New York, krisis perumahan telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Tingkat biaya hidup yang meningkat tajam, terutama harga sewa, menjadi alasan utama bagi kemenangan politisi Sosialis Demokrat, Zohran K Mamdani, dalam pemilihan Wali Kota New York.
Kebijakan perumahannya yang dianggap “radikal” oleh sebagian kalangan di AS tetapi lebih normal di mata banyak warga Eropa Barat, berfokus pada dua pilar utama: intervensi harga dan produksi perumahan publik secara besar-besaran.
Janji Utama Mamdani: Pembekuan Sewa
Salah satu janji utama Mamdani yang paling memicu perdebatan adalah pembekuan sewa untuk sekitar 1 juta unit apartemen yang diatur dalam program rent stabilisation atau stabilisasi harga sewa selama masa jabatannya.
Pembekuan ini akan dilakukan dengan memastikan bahwa Rent Guidelines Board atau Badan Pedoman Sewa Kota, yang anggotanya diangkat oleh Wali Kota, mempertahankan tarif yang sama. Pendukung Mamdani memperkirakan bahwa pembekuan ini dapat menghemat hingga 6,8 miliar USD bagi penyewa selama empat tahun, memberikan kelegaan finansial yang signifikan bagi hampir 2 juta warga New York yang tinggal di unit-unit apartemen sewa.
Mamdani mendasarkan janji ini pada preseden dari wali kota sebelumnya, Bill de Blasio, yang pernah membekukan sewa sebanyak empat kali selama masa jabatannya.
Kritik dan Risiko Ekonomi
Meskipun kebijakan Mamdani mendapat apresiasi, tidak sedikit pula kritik yang datang dari berbagai pihak. Larry Summers, mantan Menteri Keuangan AS, misalnya, menyebut kendali sewa sebagai “cara tercepat kedua untuk menghancurkan kota, setelah pemboman.” Kritikus lain menuding pembekuan sewa sebagai batas harga yang mendistorsi insentif pasar.
Ketika pendapatan sewa dibekukan sementara biaya perawatan, pajak, dan layanan naik, pemilik properti kecil atau dikenal dengan istilah mom-and-pop landlords, terpaksa mengurangi investasi. Hal ini tentu saja dianggap berisiko menurunkan kualitas hunian atau bahkan memicu tertekannya penjualan dan pengabaian properti.
Selain itu, secara jangka panjang, kebijakan ini dikhawatirkan menghambat pasokan properti baru karena developer menghindari masuk ke pasar yang margin keuntungannya dipaksa rendah.
Menggandakan Produksi Publik
Untuk mengatasi kritik bahwa rent freeze hanya solusi jangka pendek, Mamdani menyandingkannya dengan rencana pembangunan perumahan publik yang ambisius sebanyak 200.000 unit. Mamdani berjanji untuk membangun rumah baru yang bersubsidi permanen, sewa stabil, dan dibangun oleh serikat pekerja (union-built) dalam 10 tahun ke depan.
Rencana ini bertujuan menggandakan jumlah perumahan yang dibangun dengan dana modal Kota New York, menempatkan sektor publik sebagai penggerak utama produksi hunian, bukan lagi swasta. Perumahan ini akan difokuskan pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), lansia, dan keluarga yang terjebak dalam sistem penampungan (shelter system).
Mamdani berencana membiayai agenda besarnya ini, termasuk rent freeze, bus gratis, dan perawatan gratis anak-anak, melalui pajak progresif dengan meningkatkan pajak pada 1 persen penduduk terkaya di New York City. Kemudian meningkatkan pajak korporasi, dan mendorong Negara Bagian New York mencabut batas obligasi kota agar dapat mengamankan 70 miliar USD pinjaman baru untuk investasi modal perumahan.
Ideologi Sosialis Demokrat dalam Kebijakan Perumahan
Kebijakan perumahan Mamdani ini dianggap sebagai manifestasi dari ideologi Sosialis Demokrat yang berusaha menerapkan konsep welfare state Eropa di mana layanan dasar seperti hunian, transportasi, dan childcare dapat diakses publik, di jantung kapitalisme Amerika.
Meskipun kritikus menilainya “tidak realistis” dan mahal, diperkirakan menghabiskan biaya hingga 100 miliar USD, pendukungnya berargumen bahwa kebijakan ini adalah satu-satunya cara untuk mengatasi krisis harga sewa hunian yang telah menjadi bencana sosial.
Keberhasilan atau kegagalan ‘Zohranomics’ akan menjadi tolok ukur penting bagi pergerakan politik progresif di seluruh Amerika Serikat.

















Discussion about this post