Hoshinews.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Internasional
  • Daerah
    • Kabupaten Anambas
    • Kabupaten Bintan
    • Kabupaten Lingga
    • Kota Batam
    • Kabupaten Natuna
    • Kabupaten Tanjung Balai Karimun
    • Kota Tanjungpinang
  • Nasional
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Travel
SUBSCRIBE
  • Home
  • Internasional
  • Daerah
    • Kabupaten Anambas
    • Kabupaten Bintan
    • Kabupaten Lingga
    • Kota Batam
    • Kabupaten Natuna
    • Kabupaten Tanjung Balai Karimun
    • Kota Tanjungpinang
  • Nasional
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Travel
No Result
View All Result
Hoshinews.com
No Result
View All Result

Sudah Syariahkan Bank Syariah?

by redaksi
9 November 2025
Reading Time: 4 mins read
0
Sudah Syariahkan Bank Syariah?

Kesyariahan yang Menjadi Amanah

Lima tahun pasca implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Aceh berdiri sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang sepenuhnya menggunakan sistem keuangan syariah. Namun, di balik kebanggaan itu, muncul suara-suara kritis: Apakah bank syariah benar-benar sudah syariah? Belum lagi bank syariah marginnya lebih besar dibandingkan bank konvensional, dimana syariahnya, ada ungkapan lainnya “riba yang bersurban”.

RELATED POSTS

Nigeria’s Gas Boom Fuels Tanzania’s LNG Ambitions

Plateau’s Twin Abortions: Outrage Erupts Over Refuse Dump Discovery

Kurmuk Attack: 73,000 Displaced in Sudan’s Blue Nile

Ujung-ujungnya ada sebagian masyarakat menginginkan kembalinya bank konvensional karena merasa layanan dan manfaat bank syariah belum maksimal. Pertanyaan ini patut dijawab secara ilmiah dan jujur. Sebab dalam Islam, label “syariah” bukan sekadar nama, melainkan amanah ilahiah yang menuntut keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (maslahah), dan keberlanjutan manfaat (istidāmatu al-naf‘). Jika nilai-nilai ini belum tampak nyata dalam praktik, maka yang harus dibenahi bukan syariahnya, tetapi cara kita memaknainya.

Kesyariahan Substantif

Secara formal, bank syariah telah memenuhi seluruh standar kepatuhan. Seluruh operasionalnya tunduk pada Undang-Undang No. 21 Tahun 2008, diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan mengikuti fatwa DSN-MUI serta regulasi OJK Syariah. Secara hukum, bank syariah di Aceh sudah syariah: bebas riba, bebas gharar, dan bebas maysir. Namun, kesyariahan sejati tidak berhenti pada akad yang halal, melainkan harus mencapai tujuan moral syariah (maqāṣid al-sharī‘ah)—menciptakan keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan sosial.

Di sinilah muncul kesenjangan: terkadang dan mungkin mayoritas bank syariah masih berfokus pada margin dan efisiensi, bukan pada pemberdayaan dan keadilan. Fenomena ini disebut Asutay (2012) sebagai: “Islamic banks have become Islamic in form, but not fully Islamic in substance.” Artinya, secara bentuk bank syariah sudah Islami, tetapi secara ruh belum sepenuhnya hidup dalam nilai Islam.

Aceh kini adalah “laboratorium ekonomi Islam” di Indonesia. Semua transaksi keuangan—dari gaji ASN, dana desa, hingga investasi dan kegiatan keuangan lainnya—melalui sistem syariah. Kondisi ini membuka peluang besar bagi bank syariah untuk menjadi motor pembangunan berkeadilan, bukan sekadar lembaga intermediasi keuangan syariah. Optimalisasi bank syariah berarti menggeser peran dari “bank syariah di Aceh” menuju “Aceh yang syariah melalui bank.” Setiap pembiayaan, investasi, dan layanan keuangan harus membawa nilai tambah sosial bagi rakyat: memberdayakan, bukan membebani; menyejahterakan, bukan memperkaya segelintir pihak.

Fungsi Intermediasi dan Nilai Sosial

Fungsi intermediasi bank menjadikan bank syariah idealnya menjadi mitra masyarakat, bukan sekadar kreditur. Fungsi intermediasinya harus diarahkan untuk: membiayai sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan UMKM halal, menerapkan akad bagi hasil (mudhārabah dan musyārakah) yang adil dan transparan. menjalankan pendampingan usaha (ta‘āwun), bukan hanya pembiayaan berbasis agunan.

Dengan demikian, setiap rupiah yang berputar di Aceh menjadi instrumen risk sharing, bukan risk transfer. Bank syariah yang adil tidak sekadar menghindari bunga, tetapi menghadirkan keberkahan ekonomi yang nyata—inilah maqāṣid al-sharī‘ah fi al-iqtiṣād.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain optimalisasi bank syariah di Aceh juga harus mencakup fungsi sosial. Dalam Islam, bank bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga bagian dari sistem social finance. Bank syariah dapat dan harus mengelola zakat korporasi secara transparan dan bisa bekerja sama dengan Baitul Mal Aceh dalam penyaluran dan pemberdayaan mustahik, menyalurkan qard hasan (pinjaman kebajikan) untuk masyarakat kecil, mengembangkan wakaf produktif dalam rangka menghidupkan aset wakaf yang terdiam dan memperkuat CSR berbasis maqāṣid, bukan sekadar memperkuat citra.

Jika ini dilakukan bersama Baitul Mal Aceh dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), maka terbentuk ekosistem keuangan sosial Islam yang dapat mengentaskan kemiskinan, membuka lapangan kerja, dan menumbuhkan solidaritas ekonomi umat.

Tantangan dan Transformasi

Dalam implementasinya, memang belum semua ideal itu tercapai. Masih ada tantangan yang dirasakan mulai dari regulasi nasional yang berorientasi profit dan risiko rendah, keterbatasan SDM syariah yang memahami maqāṣid dan juga pengawasan DPS yang sering bersifat administratif walaupun sudah ada POJK No 2 Tahun 2024 tentang Penerapan Tata Kelola Syariah Bagi Bank Umum Syariah Dan Unit Usaha Syariah yang memberikan ruang lebih besar bagi DPS untuk menjalankan tanggung jawab dan perannya, namun masih butuh penyesuaian di beberapa sektor.

Belum lagi kurangnya literasi dan ekosistem pembiayaan syariah yang inklusif seperti tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat pelaku ekonomi terkait keuangan syariah, adanya akses yang mudah dan merata, sinergi antarpemangku berkepentingan dan produk-produk inovatif dan beragam di lembaga keuangan syariah. Diakui arah perbaikan sudah dimulai. OJK kini mengarusutamakan konsep Value-Based Intermediation (VBI), dan Perbankan Syariah mulai mengembangkan model pembiayaan yang inklusif, hijau, dan berkeadilan.

Transformasi ini menandai pergeseran paradigma: dari Sharia Compliance menuju Maqāṣid Compliance—dari kepatuhan simbolik menuju kepatuhan moral dan sosial. Value-Based Intermediation (VBI) dalam industri keuangan, khususnya perbankan syariah adalah upaya untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Konsep ini melampaui kepatuhan syariah semata, dengan mengedepankan tujuan syariah (maqashid syariah) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Sebagian masyarakat menilai bank syariah tidak berbeda dari bank konvensional. Penilaian ini muncul karena mereka hanya melihat produk dan pelayanan, bukan nilai dan dampaknya. Namun, jika kita menilai dengan kacamata maqāṣid, maka bank syariah sedang berproses menuju kesempurnaan syariah. Ia sudah bebas riba, sudah menegakkan prinsip halal, dan kini tengah memperkuat peran sosial serta keberlanjutan. Kritik yang membangun tentu dibutuhkan, tetapi mengganti kembali sistem syariah dengan konvensional justru langkah mundur —mengingkari amanah qanun, ruh syariah, dan perjuangan panjang umat Islam Aceh. Seperti dalam kaidah fiqh disebutkan: “Mā lā yudraku kulluh, lā yutraku kulluh” — Sesuatu yang belum sempurna, bukan berarti harus ditinggalkan sepenuhnya.

Artinya, kesyariahan perbankan Aceh mungkin belum sempurna, tetapi terus disempurnakan. Yang diperlukan adalah sinergi dan membangun ekosistem syariah yang sempurna, bukan nostalgia terhadap sistem lama.

Perbankan Syariah sebagai Jantung Ekonomi Aceh

Perbankan syariah adalah jantung ekonomi Aceh. Melalui sistem ini, Aceh dapat membangun pembangunan ekonomi berkelanjutan yang tidak hanya menyejahterakan rakyat, tetapi juga menghadirkan keadilan dan keberkahan. Membangun Aceh berarti membangun kepercayaan pada nilai syariah—dari label menuju substansi, dari sistem menuju nilai, dari margin menuju maslahat.

Dan ketika bank syariah di Aceh mampu menegakkan maqāṣid al-sharī‘ah secara utuh, maka stigma “bank syariah tidak syariah” akan gugur dengan sendirinya—digantikan oleh bukti bahwa ekonomi Islam bukan sekadar alternatif, tetapi solusi peradaban.

redaksi

Related Posts

news

Nigeria’s Gas Boom Fuels Tanzania’s LNG Ambitions

3 April 2026
Plateau’s Twin Abortions: Outrage Erupts Over Refuse Dump Discovery
news

Plateau’s Twin Abortions: Outrage Erupts Over Refuse Dump Discovery

3 April 2026
news

Kurmuk Attack: 73,000 Displaced in Sudan’s Blue Nile

3 April 2026
Sudan’s Kordofan: Months Without Aid for Displaced Families, UN Reports
news

Sudan’s Kordofan: Months Without Aid for Displaced Families, UN Reports

3 April 2026
news

Ekiti Celebrates Spelling Champions

3 April 2026
news

Lawal’s Farewell: An Advertising Icon Laid to Rest

3 April 2026
Next Post
Liga Champions: Prediksi City vs Dortmund Jumat, 6 November Pagi

Liga Champions: Bayern Munich dan Arsenal Berada di Puncak Klasemen

Jadwal Kapal Tidar 2025: Jakarta-Surabaya Besok

Jadwal Kapal Tidar 2025: Jakarta-Surabaya Besok

Discussion about this post

Popular Stories

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Recommended Stories

Top 10 TV Shows to Binge Watch During Lockdown

16 Juli 2025
RSBP Batam Bangun Sinergi dengan Kemenkes untuk Penguatan Peran Rumah Sakit Pendidikan dan Pengampu di Batam

RSBP Batam Bangun Sinergi dengan Kemenkes untuk Penguatan Peran Rumah Sakit Pendidikan dan Pengampu di Batam

13 Oktober 2025
Wakil Ketua II DPRD Batam Terima Kunjungan Kerja Bamus DPRK Aceh Utara

Wakil Ketua II DPRD Batam Terima Kunjungan Kerja Bamus DPRK Aceh Utara

8 Agustus 2025
Jalan Tanjakan Vista Dibuka, Rampung Lebih Awal
BP Batam

Jalan Tanjakan Vista Dibuka, Rampung Lebih Awal

by redaksi
29 Oktober 2026
0

Hoshinews.com – Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Amsakar Achmad, resmi membuka kembali Ruas Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan...

Read more
Kapolresta Barelang Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Sei Beduk

Kapolresta Barelang Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Sei Beduk

29 Oktober 2026
BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

29 Oktober 2026
Sempat Diupayakan Lebih Cepat, Jalan Gajah Mada Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

Sempat Diupayakan Lebih Cepat, Jalan Gajah Mada Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

28 Oktober 2026
Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolda Kepri Tekankan Integritas Dan Pengabdian Personel Polri

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolda Kepri Tekankan Integritas Dan Pengabdian Personel Polri

28 Oktober 2026
Jalan Tanjakan Vista Dibuka, Rampung Lebih Awal
BP Batam

Jalan Tanjakan Vista Dibuka, Rampung Lebih Awal

by redaksi
29 Oktober 2026
0

Hoshinews.com – Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Amsakar Achmad, resmi membuka kembali Ruas Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan...

Read more
Kapolresta Barelang Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Sei Beduk

Kapolresta Barelang Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Sei Beduk

29 Oktober 2026
BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

29 Oktober 2026
Sempat Diupayakan Lebih Cepat, Jalan Gajah Mada Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

Sempat Diupayakan Lebih Cepat, Jalan Gajah Mada Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

28 Oktober 2026
Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolda Kepri Tekankan Integritas Dan Pengabdian Personel Polri

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolda Kepri Tekankan Integritas Dan Pengabdian Personel Polri

28 Oktober 2026
Jalan Tanjakan Vista Dibuka, Rampung Lebih Awal

Jalan Tanjakan Vista Dibuka, Rampung Lebih Awal

29 Oktober 2026
Kapolresta Barelang Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Sei Beduk

Kapolresta Barelang Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Sei Beduk

29 Oktober 2026
BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

29 Oktober 2026
Sempat Diupayakan Lebih Cepat, Jalan Gajah Mada Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

Sempat Diupayakan Lebih Cepat, Jalan Gajah Mada Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

28 Oktober 2026
Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolda Kepri Tekankan Integritas Dan Pengabdian Personel Polri

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolda Kepri Tekankan Integritas Dan Pengabdian Personel Polri

28 Oktober 2026
Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli

Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli

28 Oktober 2026
Hoshinews.com

  • Home
  • Redaksi

Copyright © 2025 hoshinews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Daerah
    • Kabupaten Anambas
    • Kabupaten Bintan
    • Kabupaten Lingga
    • Kota Batam
    • Kabupaten Natuna
    • Kabupaten Tanjung Balai Karimun
    • Kota Tanjungpinang
  • Nasional
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Travel

Copyright © 2025 hoshinews.com