Profil Rama Duwaji, First Lady of New York City
Zohran Mamdani, yang terpilih sebagai Wali Kota New York dengan latar belakang imigran, muslim, dan kelahiran Uganda, kini mendapat perhatian global. Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah kehadiran istri Zohran, yaitu Rama Duwaji. Sebagai pendamping seorang tokoh politik, Rama juga memiliki latar belakang yang menarik dan kiprah di dunia seni.
Rama Duwaji lahir pada 30 Juni 1997 di Houston, Texas. Orang tuanya berasal dari Damaskus, Suriah. Ayahnya bekerja sebagai pengembang perangkat lunak, sedangkan ibunya adalah seorang dokter. Pada usia sembilan tahun, keluarga Rama pindah ke Dubai, Uni Emirat Arab, dan masa muda Rama dihabiskan di sana. Setelah itu, ia melanjutkan studi tinggi di Amerika Serikat.
Ia lulus dengan gelar Bachelor of Fine Arts dari Virginia Commonwealth University pada 2019. Selanjutnya, Rama melanjutkan studi Magister Seni di School of Visual Arts, New York, yang diselesaikan pada 2024. Sebelumnya, ia dikenal sebagai ilustrator dan animator yang juga memiliki minat dalam seni keramik tangan.
Selain berkarier sebagai ilustrator dan animator, Rama juga menghabiskan waktu untuk membuat keramik buatan tangan. Karyanya telah menghiasi publikasi bergengsi seperti The New Yorker dan The Washington Post. Meskipun karya-karyanya terkenal, Rama tetap menjaga kehidupan pribadinya dari sorotan publik.
Dalam wawancara dengan Shado Mag pada 2019, Rama menyatakan bahwa seni baginya adalah ruang refleksi pribadi. Ia berkata, “Saya membuat karya untuk orang-orang yang peduli dengan hal-hal yang saya pedulikan.” Ini menunjukkan bahwa karya-karyanya tidak hanya estetis, tetapi juga bermakna secara personal.
Kisah Cinta yang Dimulai di Aplikasi Kencan
Kisah romansa antara Rama Duwaji dan Zohran Mamdani dimulai di dunia digital. Mereka pertama kali bertemu melalui aplikasi kencan Hinge pada 2021. Setelah beberapa tahun berpacaran, pasangan ini bertunangan pada Oktober 2024. Mereka menggelar akad nikah secara tertutup dua bulan kemudian, dan menikah sipil di New York City Hall pada Februari 2025.
Menurut laporan media, pernikahan mereka berlangsung sangat simpel namun bermakna. Dalam momen tersebut, Rama mengenakan gaun putih dan sepatu bot setinggi lutut, sementara Zohran memegang tangannya. Tidak ada rombongan, hanya seorang teman dekat sekaligus fotografer yang mengabadikan momen pernikahan mereka.
Dalam pidato politiknya, Zohran Mamdani sempat menyampaikan apresiasi kepada sang istri, “Untuk istriku yang luar biasa, Rama, hayati,” kata Mamdani dengan menggunakan bahasa Arab untuk mengartikan, “hidupku.” Ia menambahkan, “Tidak ada seorang pun yang lebih aku inginkan berada di sisiku saat ini.”
Ini menunjukkan betapa pentingnya hadirnya Rama dalam hidup Zohran. Meski kini sering disebut sebagai “pendamping politikus muda,” Rama tetap ingin dilihat sebagai seniman independen.
Peran Rama dalam Dunia Politik
Meski terlibat dalam dunia politik, Rama tetap teguh pada prinsipnya sebagai seniman. Ia bertekad memanfaatkan seni untuk menyuarakan pengalaman dan jati dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ia menjadi bagian dari lingkungan politik, ia tetap menjaga identitas dan kreativitasnya sendiri.
Rama kini tinggal di Brooklyn, New York. Meski kariernya di dunia seni sudah cukup mapan, ia tetap menjaga privasi dan fokus pada karya-karyanya. Publik tentu akan terus mengikuti perkembangan kariernya, baik sebagai seniman maupun sebagai pendamping seorang tokoh politik.


















Discussion about this post